Gambarkan perjalanan pengguna

Tuliskan urutan tindakan dari membuka aplikasi hingga menyelesaikan kebutuhan utama. Untuk pemesanan layanan, misalnya: memilih layanan, menentukan jadwal, memeriksa ringkasan, lalu mengonfirmasi.

Setiap layar perlu memiliki fokus yang jelas. Informasi pendukung boleh tersedia, tetapi sebaiknya tidak bersaing dengan tindakan utama yang ingin diselesaikan pengguna.

Minta informasi pada saat dibutuhkan

Formulir yang panjang membuat tugas sederhana terasa berat. Tinjau setiap kolom dan tanyakan apakah informasi tersebut benar-benar dibutuhkan pada langkah ini.

Gunakan label yang jelas dan pertahankan isian ketika pengguna kembali ke langkah sebelumnya. Jika ada kesalahan, jelaskan bagian yang perlu diperbaiki tanpa menghapus pekerjaan yang sudah dilakukan.

Tampilkan keadaan aplikasi

Pengguna perlu mengetahui apakah sebuah tindakan sedang diproses, berhasil, atau perlu dicoba lagi. Rancang keadaan kosong, memuat, dan gagal bersama tampilan utama, bukan setelah semuanya selesai.

Sebuah konfirmasi harus mencerminkan hasil sebenarnya. Jangan menampilkan keberhasilan hanya karena tombol ditekan. Saat proses gagal, sediakan langkah pemulihan yang masuk akal.

Coba dengan perangkat dan isi nyata

Periksa penggunaan satu tangan, layar yang pendek, dan formulir saat keyboard muncul. Tombol yang terlihat nyaman pada rancangan besar belum tentu mudah dijangkau dalam penggunaan sehari-hari.

Minta seseorang menyelesaikan satu tugas tanpa diberi petunjuk. Amati di mana ia berhenti, kembali, atau salah memilih. Perbaikan kecil pada titik-titik itu sering kali membuat alur terasa jauh lebih jelas.

Tentang penulis

Taufik Prabowo

Ahli IT, web designer, dan spesialis implementasi AI yang berbasis di Bandung.

Punya ide serupa? Mari ngobrol dan temukan solusinya bersama.

Mari Ngobrol
Kembali ke blog